Senin, 21 November 2011

Definisi Pendidikan kesehatan anak


Pendidikan kesehatan adalah proses membantu seseorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.
Anak adalah pribadi yang unik. Ia bukanlah seorang dewasa yang bertubuh kecil. Namun ia adalah sosok pribadi yang berada dalam masa pertumbuhan, baik secara fisik, mental dan intelektual. Sehat merupakan sebuah hasil yang memerlukan proses atau usaha. Memahami arti pentingnya kesehatan diri harus dimulai sejak dini, agar hasil itu bisa dirasakan di kemudian hari. Pendidikan kesehatan harus diajarkan sejak dini pada anak, karena anak sehat menjadi cerminan keluarga yang juga sehat.
Dalam memberikan Pendidikan kesehatan pada anak, seringkali orang tua dan guru hanya membatasi pada kesehatan tubuh saja. Padahal, ini tidak hanya membahas pada fisik tubuh, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental, perubahan sikap, perubahan kebiasaan dan perubahan cara pandang.
Pencegahan dan penyadaran harus menjadi prioritas utama. Kita sebaiknya mengatakan pada anak-anak tentang cara mencegah dan melindungi diri dari sakit. Kita perlu mengajarkan hal-hal yang kecil dan sederhana yang dapat mereka lakukan sendiri tentang kesehatan.



Beberapa kebiasaan sehat berikut merupakan contoh pendidikan kesehatan yang dapat kita ajarkan pada anak, yaitu :
1. Rajin Membersihkan Diri Sendiri
Mandi dua kali sehari, sikat gigi, rajin mencuci tangan dengan sabun sampai bersih, memotong kuku tangan dan kaki serta membersihkannya, menggunakan pakaian yang bersih dan rapi.
2. Rajin Membersihkan Lingkungan
Membantu orang tua bersih-bersih rumah, tidak membuang sampah sembarangan, gemar membersihkan kamar tidur pribadi
3. Pola Makan Sehat
Makan makanan dan minuman yang bergizi, tidak jajan sembarangan yang tidak terjamin kebersihannya/tidak higienis, membatasi makanan ringan atau snack, tidak makan berlebihan agar tidak obesitas, membekali anak untuk membedakan makanan yang baik dan buruk untuk kesehatan.
4. Pola Hidup Yang Sehat
Tidur secara teratur dan cukup, olahraga yang teratur dan rutin, menjauhi narkoba, rokok, minuman keras, dsb
Mengajarkan anak tentang pendidikan kesehatan agar mereka memiliki kebiasaan hidup sehat tak cukup hanya lewat nasehat. Yang terpenting, orangtua harus bisa menjadi contoh positif bagi anak. Jika Anda tidak ingin anak Anda merokok, tunjukkan pada mereka Anda tidak mempunyai kebiasaan tersebut. Bila tak ingin punya anak obesitas, kurangilah kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak di rumah. Anak selalu meniru kebiasaan dan tingkah laku orang di sekitarnya


Usahakan melibatkan anak dalam membuat rencana kegiatan sehat yang akan dilakukan bersama, misalnya acara bersepeda sekeluarga atau mencoba resep makanan sehat. Mengenalkan anak pada berbagai jenis kegiatan olahraga sejak dini juga merupakan contoh pendidikan kesehatan yang penting. Misalnya dengan cara menyediakan alat-alat olahraga di rumah, misalnya raket atau bola basket.
Anak-anak adalah generasi penerus kita yang akan menggantikan keberadaan kita. Anak yang sehat umumnya akan tumbuh berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat. Orang yang sehat akan memiliki banyak peluang dalam kehidupan di dunia dibandingkan dengan orang yang sakit-sakitan. Untuk itu, mari kita ajarkan pendidikan kesehatan pada anak-anak kita dengan berbagai  metode agar mereka dapat menjadi anak yang sehat.
Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan anak.

B. Tujuan mempelajari pendidikan kesehatan anak
Salah satu tujuan nasional adalah memajukan kesejahteraan bangsa, yang berarti memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, sandang, pangan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan ketenteraman hidup.
Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, jadi tanggung jawab untuk terwujudnya derajat kesehatan yang optimal berada di tangan seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah dan swasta bersama-sama.
Secara rinci tujuan pendidikan kesehatan anak dapat disimpulkan sebagai berikut.

  1. Menjawab seruan Allah SWT, sebagaimana yang tercantum dalam surah at-Tahrim ayat 6, “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
  2. Membentuk akidah dan keimanan anak-anak yang bersih.
  3. Membentuk keilmuan dan pengetahuan anak-anak.
  4. Membentuk akhlak mulia dan perilaku dan sopan santun anak-anak.
  5. Membentuk sisi sosial anak-anak yang bertanggung jawab.
  6. Membangun sisi kejiwaan yang kukuh dan perasaan anak-anak.
  7. Membentuk fisik yang kuat dan kesehatan tubuh anak-anak.
  8. Membentuk rasa estetika, seni, dan kreativitas anak-anak.
Tujuan pendidikan anak dalam Islam begitu menyeluruh (komprehensif) dan universal, menerobos ke berbagai aspek, baik aspek spiritual, intelektual, imajinatif, jasmaniah, ilmiah, maupun bahasa. Oleh karena itu, pendidikan anak  harus mendorong semua aspek tersebut ke arah keutamaan serta pencapaian semua kesempurnaan hidup berdasarkan nilai-nilai kesehatan. Sebagaimana yang dapat diuraikan berikut ini.
  1. Merefleksikan ajaran agama, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki orang tuanya dan sekaligus mengajak bersama anak melakukan refleksasi nilai-nilai tersebut.
  2. Melatih kecenderungan anak tentang nilai-nilai tersebut di atas dan sekaligus melatih ketrampilan amaliah sesuai dengan yang diajarkannya, setelah ia dilahirkan dan dewasa nanti.
  3. Melatih kekuatan dan potensi fisik dan psikis anak .
  4. Membangun prakesadaran bahasa dan komunikasi (antara anak dan orang tua atau lainnya)
  5. Meningkatkan rentang konsentrasi, kepekaan, dan kecerdasan anak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar